Kopi Sarkam
Di Surabaya apakah anda pernah mendengar kata "Sarkam" ?, Yaa Sarkam adalah warung kopi di salah satu daerah di surabaya utara, tepatnya dikawasan Wisata Religi Sunan Ampel
Sarkam sendiri adalah singkatan dari "Pasar Kambeng" (lidah orang surabaya yang faseh pakek huruf "e" ketimbang "i" hehe), karna bersebelahan dengan pasar daging kambing
Almarhum Hj Sufyan adalah perintis usaha warung kopi tersebut di tahun 1950an, lalu di tahun 1980 inilah baru dikenal dengan sebutan "Sarkam" karena bersebelahan dengan "Pasar Kambing", di tahun 2004 warkop sarkam berpindah tempat di depan karena pasar daging tengah menjalani pembangunan lalu rampung pada pertengahan tahun 2005 dan kembali ketempat semula
Warkop ini sekarang dikelola oleh Hj Amrozi, anak dari alm Hj Sufyan juga dengan saudaranya bergantian jam jaga warkop, jam 12 sampai habis magrib Hj Amrozi, sehabis magrib sampai jam 4 subuh yang jaga Cak Muis dan jam 4 subuh sampai dengan jam 12 yang jaga warkop Oni dan Mifdol, begitu seterunya karena warkop ini buka 24 jam sehingga para pekerja yang pulang malam tetap bisa ngopi dulu lalu pulang, begitu juga untuk para peziarah makam Sunan Ampel sebelum pulang mereka sempatkan untuk istirahat karena di warkop ini tak hanya menjual kopi tapi juga aneka jajanan dan macam-macam nasi bungkus.
Khusus untuk bulan ramadhan warkop Sarkam ini buka mulai jam setengah 6 magrib sampai sahur, dan libur selama 7 hari setelah hari raya Idul Fitri.
Dan yang unik dari warkop ini adalah kita bisa menemukan berbagai etnis yang "ngumpul, ngopi dan ngobrol bareng", mulai dari orang arab, jawa, madura, banjar, tak jarang ada juga turis asing yang ngopi di warkop ini bersama guidenya, karena warkop sarkam gak asing bagi sang guide, juga sang guide bisa menunjukan betapa ramah dan harmonis berbagai etnis di warkop ini
![]() |
| Bang mifdol lagi melayani kustomer |
![]() |
| Kopi hitam khas Sarkam |
Kopi di warkop Sarkam ini khas karena racikan dari turunan keluarga, ada juga kopi ma'jun yaitu kopi yang ditambah dengan jamu kuat ma'jun, biar kuat dan joss tentunya.
Warkop Sarkam ini tidak begitu lebar, sekitar 4 x 5 meteran dibagian dalam, ada banyak bangku menghadap sang peracik kopi dan dibelakang juga ada bangku panjang.
Singkat cerita aja, mungkin banyak hal yang belum saya ceritakan tentang warkop Sarkam ini, saya sendiri ngopi di Sarkam ini sejak tahun 1998, kalo pengen cerita lagi yaa ngopilah di Sarkam bareng saya kalo di Surabaya, karna warkop ini tempat jujukan untuk bertemu teman atau saudara dan tak jarang orang yang kita kenal bisa bertemu disini, entah itu dalam ziarah wali ataupun berbelanja.



Legenda
BalasHapus